Pemuda Ini Hasilkan Ratusan Juta Dari Kebun Belakang Rumah

Setelah viral di TikTok seorang pemuda berhasil mengubah kebun belakang rumah menjadi mesin penghasil uang.

Siapa sangka, di tengah pandemi COVID-19 yang penuh tantangan, ada cerita menarik tentang seorang anak muda yang berhasil mengubah hobi berkebunnya menjadi sebuah usaha yang menginspirasi banyak orang. Namanya Dava, pemilik Mahkota Omah Manggis di Kediri, yang berhasil membawa tabulampot (tanaman buah dalam pot) dan olahan buah segar menjadi bisnis yang bukan hanya menguntungkan, tapi juga mengedukasi dan memotivasi generasi muda untuk kembali ke pertanian.

Awal Mula: Dari Iseng Jadi Viral

Semua bermula saat pandemi 2021, ketika Dava iseng membuat video konten tentang tanaman tabulampot di TikTok. Tak disangka, video itu viral dengan penonton mencapai jutaan. Sayangnya, karena masih tahap awal dan belum siap secara penuh, Dava dan keluarganya belum bisa langsung menjual produk mereka.

Namun, momentum itu tidak mereka sia-siakan. Setelah satu setengah tahun, usaha mereka mulai berkembang pesat. Tahun 2022 menjadi tahun emas bagi mereka karena tiga akun media sosial keluarga mereka—untuk edukasi, penjualan tanaman, dan penjualan buah alpukat—semuanya ramai dan saling melengkapi.

Mahkota Omah Manggis: Lebih dari Sekadar Kebun

Mahkota Omah Manggis sendiri berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri. Nama “Omah Manggis” berasal dari rumah eyang Dava yang di depan rumahnya terdapat pohon manggis besar, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya rumah yang ada manggisinya.

Awalnya kebun ini hanya sekadar hobi keluarga dengan sekitar 40 pohon manggis dan alpukat. Namun sekarang sudah berkembang menjadi kebun dengan berbagai tanaman impor seperti black sapote dari Meksiko, mame sapote dari Amerika Latin, anggur Brazil, hingga berbagai varietas alpukat unggulan dari Vietnam dan Amerika.

Tabulampot: Solusi Berkebun untuk Anak Kota

Salah satu keunggulan usaha Dava adalah fokus pada tabulampot—tanaman buah dalam pot yang cocok untuk lahan terbatas, terutama bagi warga kota yang ingin tetap bercocok tanam tanpa harus punya kebun luas. Media tanamnya pun dibuat khusus dengan campuran sekam, tanah subur, dan pupuk kandang kambing dari peternak lokal.

Keunikan tabulampot ini tidak hanya berbuah, tapi juga bisa dibentuk artistik sehingga menjadi penghias halaman rumah atau taman kecil di perumahan. Jadi, tanaman tidak hanya produktif tapi juga estetik!

Inovasi dan Perawatan: Kunci Kesuksesan

Dava belajar secara otodidak selama dua tahun tentang cara menanam dan merawat tanaman dengan baik. Salah satu rahasianya adalah penggunaan pupuk organik alami dari kotoran kambing dan pengelolaan media tanam yang tepat.

Selain itu, mereka memiliki standar operasional prosedur (SOP) ketat untuk pengemasan agar tanaman dan buah sampai ke pelanggan dalam kondisi prima. Bahkan mereka juga mulai mengembangkan alat pengolah sampah sederhana untuk mendukung pupuk organik—sebuah inovasi kecil yang memberikan dampak besar!

Olahan Buah Segar: Menambah Nilai Usaha

Tidak hanya menjual tanaman dan buah segar, Mahkota Omah Manggis juga menyediakan olahan buah seperti salad alpukat, jus alpukat, hingga dessert sago avocado setiap akhir pekan. Ini memberikan nilai tambah sekaligus mengenalkan masyarakat pada ragam manfaat buah segar dan sehat.

Edukasi dan Wisata Kebun

Dava dan keluarga juga membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah dan rombongan untuk berkunjung ke kebun mereka. Outing class ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan tentang pertanian modern dan perawatan tanaman buah.

Rencananya, mereka akan mengembangkan fasilitas kafe keluarga di kebun agar pengunjung bisa bersantai sambil menikmati suasana alam dan produk olahan hasil kebun.

Pesan Inspiratif: Anak Muda Harus Berani Menanam

Dava sendiri mengakui bahwa awalnya ia tidak pernah terpikir akan terjun ke dunia pertanian. Ia bahkan lebih dulu suka dengan mobil offroad dan badminton. Namun berkat dorongan keluarga dan viralnya konten di masa pandemi, ia menemukan bahwa berkebun juga bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan.

Tagline yang diusungnya sangat menggugah: “Saatnya yang muda yang menanam.” Pesan ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tidak takut mencoba hal baru, apalagi sesuatu yang dekat dengan alam dan berpotensi menguntungkan secara ekonomi.

Kesimpulan: Berkebun itu Bijak dan Menguntungkan

Kisah Mahkota Omah Manggis membuktikan bahwa pertanian modern tidak harus identik dengan cara-cara tradisional yang kuno. Dengan kreativitas, inovasi, dan penggunaan teknologi sederhana seperti media sosial, anak muda bisa mengangkat pertanian menjadi usaha yang keren dan masa depan.

Mulai dari hobi sederhana hingga bisnis keluarga yang berkembang pesat, Dava mengajak kita semua untuk melihat berkebun sebagai peluang emas—baik untuk kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan.